“Tokoh IPTEK”

25 03 2009

Paul Ehrlich – Penemu Kemoterapi. 

Paul Ehrlich adalah seorang ahli bakteriologi berkebangsaan Jerman. Ia disebut sebagai : “Bapak Imunologi, Hematologi, dan Kemoterapi”. Ehrlich kecil dilahirkan di Strehlen, Silesia (Strzelin, Polandia) pada 14 Maret 1854. 
Prestasinya di sekolah dan universitas tidak menonjol bahkan tergolong rendah, namun ia orang yang gigih. Dengan bersusah-payah dan berpindah-pindah kuliah di Universitas Breslau, Strasbourg, Freiburg dan Leipzig, akhirnya ia berhasil meraih gelar Doktor pada usia 24 tahun dengan tesis bertajuk “Sumbangan untuk Teori dan Praktek Mewarnai Jaringan”. Prestasinya yang jelek bukan karena ia bodoh, tetapi lebih disebabkan kurangnya waktu untuk belajar. Waktunya banyak disita kegemarannya mencoba bermacam-macam zat warna untuk mewarnai jaringan tubuh yang masih hidup. Dia memiliki cita-cita untuk menemukan sesuatu yang dapat membunuh bibit-bibit penyakit di dalam tubuh manusia tanpa merusak jaringan tubuh. Sebab ia berkeyakinan, bibit penyakit tertentu hanya menyerap zat warna kimia tertentu yang bila bibit penyakit itu menyerap zat kimia tertentu lain, bibit penyakit itu akan mati. Pengobatan dengan zat kimia yang kemudian dikenal sebagai “Kemoterapi” inilah salah satu temuannya. 

Pada tahun 1886 ia bergabung dengan Institute for Infectious Diseases di Berlin. Kemudian setelah menghabiskan dua tahun di Mesir, untuk penyembuhan Tubercolosis, ia bekerjasama dengan Emil Adolf von Behring untuk mengembangkan serum Dipteri. Kerjasama ini mengilhami Ehrlich dalam teorinya yang terkenal dengan Seitenkettentheorie ( teori rantai samping ) pada tahun 1897. Teori ini menerangkan efek dari serum dan memungkinkan pengukuran jumlah antigen. Pada tahun 1896 Ehrlich menjadi Direktur dari Institute of Serum Research and Examination di Steglitz, Berlin. Pada tahun 1899 institut ini dipindah ke Frankfurt, Main dan dikembangkan menjadi Royal Institute of Experimental Therapy. Disini Ehrlich meneliti kemoterapi dan penyakit menular lainnya. Pada tahun 1904, Ehrlich menjadi profesor kehormatan di University of Göttingen. Pada tahun 1906 ia menemukan susunan rumus dari atoxyl, satu campuran kimiawi yang terbukti mampu mengobati penyakit tidur. Selanjutnya ia dan muridnya, Sahachiro Hata, mengembangkan Salvarsan, perawatan efektif melawan Sifilis pada tahun 1909. Penelitian ini mengawali riset-riset lainnya mengenai pengembangan penisilin dan antibiotik lainnya. 

Ia menikah dengan Hedwig Pinkus —yang saat itu usianya masih 19 tahun— pada tahun 1883. Mereka dikaruniai dua orang putri yang diberi nama Stephanie dan Marianne. Ehrlich adalah seorang ilmuwan yang mempersembahkan penemuannya untuk kepentingan umum dan kemanusiaan. Ia tidak mengaitkan penemuannya dengan uang. Maka layaklah ia dianugerahi Hadiah Nobel untuk kedokteran dan fisiologi bersama-sama dengan Ilya Ilyich Mechnikov pada tahun 1908. 
Selain Hadiah Nobel, ia juga menerima penghargaan Tiedemann dari Senckenberg Naturforschende Gesellschaft di Frankfurt, Main pada tahun 1887, Prize of Honour pada International Congress of Medicine ke XV di Lisbon pada tahun 1906, Medali Liebig dari Komunitas Kimia Jerman pada tahun 1911, Cameron Prize of Edinburgh pada 1914. Pada tahun 1897 Pemerintah Prusia menganugerahkannya gelar sebagai Privy Medical Council. Dan pada 1911 ia diangkat sebagai kelompok penasihat yang paling tinggi, Real Privy Council , dengan titel Excellency
Ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1914, ia menjadi sangat tertekan dan saat Natal tahun itu dia terserang stroke. Kesehatannya memburuk sejak saat itu, dan pada 20 Agustus 1915 ia meninggal karena serangan stroke yang kedua kalinya di Bad Homburg. Hidupnya digambarkan dalam film “Magic Bullet”, yang terfokus pada Salvarsan®(arsfenamina), yang digunakannya untuk mengobati penyakit sifilis. 

 

Sumber : Ragam info web. / Tyas SA/ Def@_




Animasi IPTEK

25 03 2009

Pengen tau gima ilmuwan kita menggambarkan beberapa kejadian alam… woww… seru banget tengok ja deh animasi yang dibuat oleh ilmuwan kita… hehe…

klik ja link nya di bawah nee…

Modifikasi Cuaca (hujan buatan)

 

Def@




Khasiat lain LIDAH BUAYA

25 03 2009
   

Lidah Buaya

(Aloe Vera Linn.)

Sinonim :
Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk.

Familia :
Liliaceae

 

Uraian :
Tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. a. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. b. Daun Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 - 75 cm, dengan berat 0,5 kg - 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. c. Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 - 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

 

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Daun, bunga, akar, pemakaian segar,

KEGUNAAN:

1. Sakit kepala, pusing.

2. Sembelit (Constipation).

3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).

4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.

5. Kencing manis (DM), wasir.

6. Peluruh. haid.

7. Penyubur rambut.

PEMAKAIAN:

Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram. Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal. PEMAKAIAN LUAR: Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.

a. Penyubur rambut: Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan.

b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan): Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/air panas.

c. Bisul: Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.

CARA PEMAKAIAN:

1. Kencing manis (DM): 1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong seperlunya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 1/2 galas Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan.

2. Batuk rejan: Daun sekitar 15 - 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum.

3. Syphilis: Bunga ditambah daging: Direbus, minum.

4. Cacingan, susah buang air kecil: 15 - 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum.

5. Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah): 10 - 15 gram bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar.

6. Kencing darah: 15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah air beras secukupnya, minum.

7. Wasir: 1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali.

8. Sembelit: 1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya, isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.

PERHATIAN : Dilarang pakai untuk wanita hamil, gangguan pada sistem pencernaan dan diare. 

 

Def@_




Rambutan…. “ada khasiatnya lho….!!!

25 03 2009
   

Rambutan

(Nephelium lappaceum L.)

Familia :
Sapindaceae

 

Uraian :
Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian 300–600 m dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 m ini mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2–4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang 7,5–20 cm, lebar 3,5–8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4–5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari. Ada banyak jenis rambutan, seperti ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Perbanyakan dengan biji, tempelan tunas, atau dicangkok. 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kulit buah berkhasiat sebagai penurun panas. Biji berkhasiat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).

 

Komposisi :
Buah mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

Cara Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya. INDIKASI Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri, demam. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan. Daun digunakan untuk mengatasi: diare, menghitamkan rambut. Akar digunakan untuk mengatasi: demam. Biji digunakan untuk mengatasi: kencing manis (diabetes melitus).

CARA PEMAKAIAN Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi. Lihat contoh pemakaian. Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air. Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.

CONTOH PEMAKAIAN: Disentri Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan minum sehari dua kali, masingmasing tiga perempat gelas. Demam Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing sepertiga bagian. Menghitamkan rambut beruban Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya. Kencing manis Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1–2 kali sehari. Sariawan Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat .

 

“Def@_”…. rujukan http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/




ES LIDAH BUAYA….

25 03 2009

Mungkin sebagian besar orang tahu bahwa lidah buaya sangat baik untuk kesehatan rambut tapi ternyata lidah buaya juga bisa kita buat menjadi es. Yach minuman yang nikmat . Lumayan lho bwat santai bro.. bisa juga bwat jualan.. hahahhh.. :)) ,mo tau resepnya :

BAHAN :

1 pelepah lidah buaya berat 1 kg
Rendaman :
1 liter air
1 sdm air kapur sirih
1/4 sdt garam
Syrup :
350 gram gula pasir
750 ml air
1/4 sdt vanili bubuk
2 lembar daun pandan, sobek-sobek

 

Pelengkap : es batu, secukupnya

CARA MEMBUAT  :

  1. Rendaman : campur air 1 liter dengan air kapur sirih dan garam.
  2. Kupas pelepah lidah buaya, potong daging lidah buaya ukuran dadu 1 cm, masukkan ke dalam air rendaman diamkan selama 30 menit - 1 jam, cuci bersih dan tiriskan.
  3. Didihkan air, rebus daging lidah buaya selama 10 menit angkat.
  4. Syrup : masak air bersama gula pasir, vanili bubuk dan daun pandan, setelah mendidih masukkan daging lidah buaya, masak sebentar, angkat dan hilangkan uap panasnya, simpan dalam lemari pendingin.
  5. Siapkan gelas, beri es batu tuangkan syrup dan isiannya, sajikan segera.

Untuk  6 gelas

Selamat mencoba…

 

 

“Def@_”