Rambutan…. “ada khasiatnya lho….!!!

25 03 2009
   

Rambutan

(Nephelium lappaceum L.)

Familia :
Sapindaceae

 

Uraian :
Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian 300–600 m dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 m ini mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2–4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang 7,5–20 cm, lebar 3,5–8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4–5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari. Ada banyak jenis rambutan, seperti ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Perbanyakan dengan biji, tempelan tunas, atau dicangkok. 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kulit buah berkhasiat sebagai penurun panas. Biji berkhasiat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).

 

Komposisi :
Buah mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

Cara Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya. INDIKASI Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri, demam. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan. Daun digunakan untuk mengatasi: diare, menghitamkan rambut. Akar digunakan untuk mengatasi: demam. Biji digunakan untuk mengatasi: kencing manis (diabetes melitus).

CARA PEMAKAIAN Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi. Lihat contoh pemakaian. Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air. Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.

CONTOH PEMAKAIAN: Disentri Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan minum sehari dua kali, masingmasing tiga perempat gelas. Demam Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing sepertiga bagian. Menghitamkan rambut beruban Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya. Kencing manis Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1–2 kali sehari. Sariawan Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat .

 

“Def@_”…. rujukan http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/




ES LIDAH BUAYA….

25 03 2009

Mungkin sebagian besar orang tahu bahwa lidah buaya sangat baik untuk kesehatan rambut tapi ternyata lidah buaya juga bisa kita buat menjadi es. Yach minuman yang nikmat . Lumayan lho bwat santai bro.. bisa juga bwat jualan.. hahahhh.. :)) ,mo tau resepnya :

BAHAN :

1 pelepah lidah buaya berat 1 kg
Rendaman :
1 liter air
1 sdm air kapur sirih
1/4 sdt garam
Syrup :
350 gram gula pasir
750 ml air
1/4 sdt vanili bubuk
2 lembar daun pandan, sobek-sobek

 

Pelengkap : es batu, secukupnya

CARA MEMBUAT  :

  1. Rendaman : campur air 1 liter dengan air kapur sirih dan garam.
  2. Kupas pelepah lidah buaya, potong daging lidah buaya ukuran dadu 1 cm, masukkan ke dalam air rendaman diamkan selama 30 menit - 1 jam, cuci bersih dan tiriskan.
  3. Didihkan air, rebus daging lidah buaya selama 10 menit angkat.
  4. Syrup : masak air bersama gula pasir, vanili bubuk dan daun pandan, setelah mendidih masukkan daging lidah buaya, masak sebentar, angkat dan hilangkan uap panasnya, simpan dalam lemari pendingin.
  5. Siapkan gelas, beri es batu tuangkan syrup dan isiannya, sajikan segera.

Untuk  6 gelas

Selamat mencoba…

 

 

“Def@_”




“Cara Bikin Sabun”

24 03 2009
Pengenalan Sabun Mandi
Definisi
Sabun mandi merupakan garam logam alkali (biasanya natrium atau kalium) dari asam lemak.
Bagaimana Sabun Dibuat
Sabun dibuat dengan cara mencampurkan larutan NaOH / KOH dengan minyak atau lemak. Melalui reaksi kimia, NaOH / KOH mengubah Minyak / Lemak menjadi Sabun. Proses ini disebut Saponifikasi. 
Bagaimana Sabun Bisa Membersihkan
Sabun termasuk salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami. Surfaktan mempunyai struktur bipolar. Bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan dan pakaian. Selain itu, pada larutan, surfaktan akan menggerombol membentuk misel setelah melewati konsentrasi tertentu yang disebut Konsentrasi Kritik Misel (KKM) (Lehninger, 1982).
Sabun buatan sendiri bukan hanya membersihkan, juga mengandung sekitar 25% gliserin. Gliserin bisa melembabkan dan melembutkan kulit, menyejukan dan meminyaki sel-sel kulit juga. 
Alasan Memakai Sabun Mandi Buatan Sendiri
Sabun buatan sendiri lebih lembut dari sabun buatan industri, karena dengan otomatis mengandung gliserin, sedangkan di industri gliserinnya di ambil untuk dijual terpisah karena lebih mahal.
Kualitas sabun mandi buatan sendiri dapat melebihi sabun yang di beli di supermarket, selain lebih murah tentunya.
Dengan membuat sabun sendiri anda bisa mendapatkan apa yang diinginkan, baik warnanya, harumnya atau biarkan apa adanya - alami.
Membuat sabun sendiri sangat menyenangkan dan penuh kreatifitas. Sabun mandi batangan ini bisa dibuat hadiah untuk teman maupun kerabat.
Membuat sabun sendiri juga mudah lho… 
Bekerja Aman dengan NAOH/KOH
NaOH / KOH adalah salah satu kunci dalam produksi sabun.  NaOH di tempat saya banyak di jual di toko bahan bangunan sebagai bahan kimia anti mampat, sedangkan KOH dibeli di toko bahan kimia.  NaOH / KOH harus ditangani dengan hati-hati. Kalau tidak akan menyebabkan bahaya baik bagi anda maupun orang lain. Kalau terlanjur kecipratan cairan NaOH / KOH harus  langsung dicuci dengan air yang banyak, Tapi jika ditangani dengan benar tidak ada masalah.
Langkah aman menangani NaOH / KOH:
1.Jangan menuang air ke atas NaOH / KOH. SELALU untuk menuangkan / mencampurkan NaOH / KOH ke dalam air, dengan pelan-pelan.
2.Hati-hati, jangan sampai menciprat terutama ke badan, kulit ataupun mata. Lebih baik pakai kacamata.
3.Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan juga binatang peliharaan.
4.Selalu memakai sarung tangan karet selama bekerja dengannya.
5.Pakai masker selama membuat larutan NaOH / KOH dengan air. 
Bahan-Bahan

Minyak atau Lemak 
– Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi sabun. Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai…
NaOH / KOH 
– Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko bahan kimia, ambil yang teknis saja.
Air 
– Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam tidak bagus, banyak mengandung mineral.
Essential dan Fragrance Oils 
– Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau lainnya
Pewarna 
– Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
Zat Aditif 
– Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat “trace”.  
Peralatan
Sebuah masker sederhana. Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
Kacamata . Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
Sepasang sarung tangan karet. Dipakai selama pembuatan sabun.
Botol plastik. Untuk wadah air.
Timbangan dapur dengan skala terkecil 1 atau 5 gram.
Kantong plastik kecil. Untuk menimbang NaOH/KOH.
Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen untuk menuangkan NaOH / KOH dan mengaduknya.
Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene. Untuk tempat larutan NaOH/KOH dengan air. 
Wadah dari plastik. Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
Kain. Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
Plastik tipis. Untuk melapisi cetakan.
Cetakan.
Blender dengan tutupnya
Kain. Untuk menutup blender.
Cara Pembuatan
Langkah Pertama 
– Siapkan cetakan.  Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk menampung semua hasil pembuatan sabun.
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai.  Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet gelang,  semprotkan minyak ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan menghasilkan sabun yang bulat.
Langkah Kedua 
– Timbang air dan NaOH / KOH.  Larutkan NaOH / KOH ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas pyrex atau plastik-poliproplen).   Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH.  Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit.  Aduk higga larut. Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.
Langkah Ketiga 
– Timbang minyak sesuai dengan resep.
Langkah Keempat 
– Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.
Langkah Kelima 
– Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
Langkah Keenam 
– Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses pada putaran terendah.  Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda.
Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”.  “Trace” adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila di sentuh dengan sendok, maka beberap detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.
Langkah Ketujuh 
– Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengaharum, pewarna atau aditif. Aduk beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
Langkah Kedelapan 
–Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan sabun dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari cetakan, potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.
Resep Sabun Mandi
Dua Resep Sabun Cair
Resep#1

340 g Minyak Sawit
170 g Minyak Kelapa
50 g Minyak Zaitun
122 g KOH – Kalium hidroksida + 250 g Air
10 cc fragrance + pewarna
Recipe#2  
340 g Soybean oil
80 g Coconut Oil
60 g Palm Oil
60 g Corn Oil
109 g KOH - Kalium hidroksida + 230 g Air
10 cc fragrance + pewarna
Dua Resep Sabun Padat
Favorite Castile I
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
Favorite Castile II
250 Minyak Sawit
140 Minyak Kelapa
100 Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
  
Def@_



Bikin Kertas Daur Ulang Yuk…..!!!

24 03 2009

Tahapan-tahapan membuat kertas daur ulang yaitu:
Bahan-bahan yang diperlukan:
- Kertas koran
- Lem kayu warna putih(PVC)
- Pewarna tekstil warna pekat
- Blender
- Ember perendam
- Ember dengan lubang besar
- Frame saringan dan pengering (lebih baik dengan frame untuk sablon atau kalau masih mau coba-coba pakai saringan santan dulu atau di ‘tampi’ yang terbuat dari anyaman bambu)

Cara pembuatannya
1. Gunting kecil-kecil kertas koran
2. Rendam guntingan kertas tadi dalam ember paling tidak 1-2 malam
3. Setelah direndam, kertas kemudian diblender sampai halus
4. Hasil blenderan ini kemudian diberi pewarna tekstil (wantex) atau pewarna makanan, bisa juga direbus terlebih dahulu agar warna tahan lebih lama.
5. Setelah dingin kemudian dicampur dengan lem kayu (tidak usah terlalu banyak cukup untuk pengikat serat kertas saja)
6. Campurkan adonan kertas tersebut dengan air 1:10 didalam ember yang berlubang besar (muat dengan saringan) atau jika ingin lebih tipis, air bisa ditambah
7. Masukkan saringan ke dalam ember sampai bubur kertas rata menempel di saringan
8. Angkat dengan hati-hati kemudian saringan yang ada bubur kertasnya ditempelkan diframe pengering dengan hati-hati (bubur kertas ada di tengah)
9. Tekan hati-hati sampai mengering hingga kadar airnya berkurang (dapat menggunakan sandal bekas yg di iris diagonal)
10. Lalu lepaskan lembaran bubur kertas secara hati-hati, kemudian jemur hingga kering atau bisa juga setelah setengah kering lalu di setrika
11. Selanjutnya dapat diolah lagi menjadi box, tempat tisue, lapisan frame foto dan lainnya

Untuk Variasi
Untuk memberikan motif, kertas daur ulang dapat ditambahkan dengan bahan tambahan seperti daun, rumput, rempah, gliter, bunga kering dan sebagainya. Yang diberikan pada saat pemblenderan (sebentar agar potongan masih kasar), pencampuran dalam ember (potongan tetap besar tetapi tercampur tidak beraturan) atau saat pengepresan (motif disusun agar lebih teratur)

Selain dibuat untuk kertas daur ulang, bisa juga untuk patung kertas, topeng kertas, atau dibuat untuk hiasan kulkas. Prosesnya hampir sama dengan membuat kertas daur ulang. Cuman saat sudah diblender, adonan tersebut dimasukan kedalam cetakan (bisa untuk cetakan agar-agar atau coklat) lalu pres hingga kering. Lalu jemur. Setelah kering tinggal diberi warna (bisa menggunakan cat kayu) dan terakhir beri tempelan magnet di blakangnya.

Moga-moga bermanfaat yah, kalau masih ribet juga jual saja tumpukan koran nya ke tukang loakan hehe :D
 

Def@_




“Cara Bikin Lilin Mainan”

23 03 2009

Bagi temen-temen yang belum tahu resep membuat “lilin” mainan, Neh saya kasih tau rahasianya :

Bahan:
- 1/4 kg tepung terigu 
- 1 gelas garam
- pewarna makanan berbagai warna (setidaknya 3 warna utama: merah, biru, kuning; warna lainnya bisa dihasilkan dari campuran 3 warna tersebut)
- 3 sendok minyak goreng
- 1/4 gelas air

Cara membuat:
- Campurkan terigu, garam, minyak, dan air menjadi satu lalu uleni (seperti adonan roti) sampai adonan tidak lengket di tangan dan wadahnya.

- Bagilah adonan tersebut menjadi beberapa bagian 
- Berilah setiap bagian dengan warna berbeda sesuai selera 
- lilin mainan buatan sendiri siap dimainkan

Catatan: Kalau menginginkan lebih banyak adonan, jumlah bahan tinggal ditambah dengan komposisi yang seimbang sesuai resep pertama. 

Supaya lebih seru, kita bisa siapkan juga cetakan berbagai bentuk. Mungkin bisa mempergunakan cetakan kue milik ibu di rumah, tapi sebaiknya dengan pengawasan karena cetakan kue biasanya terbuat dari logam dan agak tajam.

Tips
- Wadahi lilin buatan dengan nampan supaya tidak berceceran di lantai atau karpet.

- Kalau mempergunkan karpet sebagai alas duduk, pilihlah karpet berbahan dasar plastik (bukan bludru) supaya lebih mudah dibersihkan.

- Supaya “lilin” ini bisa dipergunakan lagi dalam beberapa hari pemakaian (maksimal 7 hari), ayah-ibu bisa membungkusnya dengan plastik tertutup lalu menyimpannya di lemari es setelah dipakai, tapi hanya di bagian pendingin bukan di bagian pembeku (freezer).

Semoga bermanfaat, selamat mencoba!

Def@_